Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Pada Suatu Malam bersama Sang Bayang

Malam ini langit tampak sunyi. Gemintang seolah enggan berbagi kilaunya. Namun, tiba-tiba wajahmu hadir mengusir sepi. Kita memandangi langit temaram bersama-sama.
Aku tak pernah memintamu kemari karena kusadari kita tak mungkin bertemu. Aku tahu, ragamu belum bisa menemani. Tetapi hatikutelah berhasil memanggilmu meski hanya dalam mimpi.
Aku yakin sepenuh hati, suatu saat nanti bukan hanya bayangmu di sisi. Akan tiba masa untuk kita bersama hingga habis usia.

Buku vs Film: I Want to Eat Your Pancreas

Novel ini Ayu baca setelah menonton filmnya. Baru kali ini tertarik baca buku yang sudah diadaptasi ke layar lebar. Biasanya kalau sudah nonton jadi malas baca bukunya. 😁 Tapi waktu lihat novel ini jadi penasaran sama versi aslinya.
Dan ternyata..., versi bukunya memang lebih komplit daripada film. (Sudah biasa 😩) Haruki merupakan tokoh utama berkarakter pendiam, jadi ketika difilmkan ada banyak hal yang tidak terungkap seperti pada novel. Novel yang ditulis oleh Sumino Yoru ini menggunakan sudut pandang tokoh utama jadi semua pikirannya tertuang dengan baik. Tapi di film, doi cuma banyak diam. Karena itu, Shun Oguri tampil sebagai Haruki dewasa yang menceritakan masa mudanya kepada orang lain sebagai bentuk narasi untuk menjelaskan alur cerita. Sedangkan di bukunya benar-benar terfokus pada masa sekolah saja.
Kalau filmnya agak berbeda tentu bisa dimaklumi karena durasi terbatas. Kalau tidak baca novelnya, filmnya lumayan bagus, kok. Aura kedua versi ini memang beda, sih. Filmnya t…