Langsung ke konten utama

Book Review: Girls in the Dark

Judul: Girls in the Dark (Kyukyoku no Seisai)
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: @penerbitharu
Tahun terbit: November 2016 (Cet. Ke-9)
Jumlah halaman: 289 hlm.
Review:
Kematian ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mengejutkan seluruh siswi SMA Putri Santa Maria. Untuk mengenangnya, setiap anggota Klub Sastra diminta menulis naskah mengenai kematian sang diva sekolah berdasarkan sudut pandang masing-masing.

Pembacaan naskah dilakukan di suatu malam dengan hanya mengandalkan sebuah lilin. Sumikawa Sayuri, sahabat Itsumi sejak kecil, memimpin pertemuan  tersebut sebagai Ketua Klub yang baru. Menariknya, tiap naskah yang ditulis oleh setiap anggota memberikan kesimpulan yang berbeda-beda. Nitani Mirei, siswi kelas 1-A menduga bahwa Koga Sonoko yang telah membunuh Itsumi. Sementara Kominami Akane, murid kelas 2-B, menuduh Mirei sebagai pembunuhnya. Diana Detcheva, murid internasional dari Bulgaria, menunjuk Takaoka Shiyo.  Koga Sonoko dari kelas 3-B mengira itu adalah perbuatan Diana. Sebagai anggota terakhir yang membaca naskah, Takaoka Shiyo dari kelas 2-C yakin bahwa Akane yang telah melakukannya. Siapakah pelaku sebenarnya? Apa motif di baliknya? Apa yang sebenarnya terjadi di Klub Sastra? Semuanya akan terungkap dalam naskah yang dibacakan oleh Shiyori.

Tiap bab yang diulas berdasarkan naskah masing-masing anggota membuat buku ini menjadi unik. Gaya bercerita tiap naskah berbeda-beda sehingga membuat buku ini seolah ditulis oleh beberapa orang. Setiap bab ditutup oleh komentar Ketua Klub sebagai moderator kegiatan malam itu. Tidak adanya dialog yang diperlihatkan saat malam pembacaan naskah menjadikan ucapan Shiyori sebagai satu-satunya sumber imajinasi bagi para pembaca mengenai interaksi yang terjadi pada saat itu. Meski begitu, penyajiannya sudah sangat pas untuk pembaca.

Meski sudah menduga sosok pelaku sejak awal, tetapi latar belakang peristiwanya tidak mudah saya tebak, terlebih lagi ada plot twist yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.




#MaggieChen2ndAnniv #30harimembaca #libraryu #bookreview #resensibuku #girlsinthedark #rikakoakiyoshi #bookaddict #bibliophile

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Literature for EFL Students

By Ayu Pertiwi
Graduate Program State University of Makassar

Mastering foreign language, especially English, is good for students’ future and carrier. However, it is not easy for teaching English as foreign language in Indonesia. Different forms of language between English and Bahasa Indonesia may cause negative transfer in learning process. The result of negative transfer in language is called language interference. Another problem that makes English difficult to teach is students beliefs. The students lack motivation and interest in learning English, so whatever the strategies used by the teachers, the students are not sure they can follow and master the lessons. They do not enjoy learning English because it is boring for them. In addition, the students are not participated in the learning process. They are only taught without acting directly. All the process focused on the teacher, or is called ‘teacher-centered’. Beside that, the students cannot use their English naturally becaus…

Silariang: Menantang Siri' demi Cinta

Silariang merupakan sebuah novel yang mengangkat fenomena tabu dalam adat pernikahan masyarakat Bugis-Makassar yang ditulis oleh Oka Aurora berdasarkan film karya produser Ichwan Persada yang berjudul sama.


Beberapa pertanyaan tentang cinta akan selamanya menjadi tanya. Mengapa ia datang di tempat dan waktu yang salah? Mengapa ia datang dan pergi sesukanya? Mengapa ia tak kunjung beranjak padahal sudah diinjak-injak?
Sebuah sajak di awal kisah memberikan gambaran mengenai apa yang terjadi pada Yusuf dan Zulaikha hingga memutuskan silariang. Perbedaan kasta tidak mengizinkan mereka untuk bersatu dalam ikatan yang sebenarnya Tuhan pun tentu akan meridhoi. Namun, tradisi yang sudah turun-temurun tidak merestui Yusuf yang hanya seorang jelata untuk menikahi Zulaikha, anak seorang bangsawan.
“Kita ini keturunan Raja. Mereka itu apa?” (hlm. 20)
Bagi para bangsawan, anak-cucunya hanya boleh menikah dengan sesama bangsawan. Tidak boleh ada yang menodai garis keturunan dengan menikahi rakyat jelat…