Langsung ke konten utama

Book Review: Sheila - Luka Hati Seorang Gadis Kecil (One Child)

Judul: Sheila: Luka Hati Seorang Gadis Kecil (Diterjemahkan dari One Child)
Penulis: Torey Hayden
Halaman: 476 hlm
Penerbit: Qanita
Tahun terbit: 2004 (cetakan ke-7)


Review:
Menjadi seorang psikolog sekaligus guru membuat Torey Hayden harus berhadapan dengan anak-anak istimewa. Dari sekian siswanya, yang paling sulit ditangani adalah Sheila, seorang anak berusia 6 tahun yang menjadi tahanan rumah sakit negara karena baru saja membakar anak laki-laki berusia 3 tahun.
Di sekolah, Sheila mengacau dan tidak ingin belajar. Ia membuat anak-anak lainnya ketakutan. Entah masa lalu seperti apa yang dialaminya hingga ia menjadi begitu 'liar'. Torey tidak tahu, kecuali satu hal, ibunya membuangnya ke jalan dan pergi bersama adiknya, Jimmie. Kini ia tinggal dengan ayah pemabuk yang selalu menyalahkan dirinya atas kepergian adiknya bersama sang ibu.
Sheila adalah anak yang cerdas dengan IQ 182. Ia dapat membaca dengan lancar dan memahami kata-kata sulit yang tidak diketahui anak seumurannya. Sebenarnya hatinya sangat rapuh namun ditutupinya dengan sikap nakal. Dia juga mampu menyembunyikan perasaannya dari kedua mata mungilnya. Dalam kesehariannya tidak pernah sekalipun ia menangis meskipun ia merasa sedih atau terluka. Bahkan tatapannya tidak menyiratkan apapun sehingga Torey kesulitan membaca perasaannya.
Merupakan tantangan besar bagi Torey untuk mampu mendidik anak-anak berkebutuhan khusus sekaligus mengendalikan Sheila, memperbaiki perilakunya, dan membebaskannya dari tuntutan pengadilan yang ingin memasukkannya ke rumah sakit negara sebagai tahanan anak pertama di sana.
.
"Aku enggak mau ada orang sakiti aku. Mereka tidak tau aku sakit jika aku tidak nangis. Jadi mereka tidak sakiti aku. Enggak ada orang bisa membuat aku nangis. ..." (Sheila, p.196)
.
"Yang enggak dapat kumengerti adalah mengapa yang baik-baik selalu berakhir." (Sheila, p.444)
.
"Dengan sarana yang sering kita abaikan, dengan cinta, dukungan, dan kepercayaan serta harga diri yang sering tidak kita sadari kalau kita memilikinya, mereka terus berjuang." (p.449)
.
#MaggieChen2ndAnniv #readingchallenge #bookstagramindonesia #bookreview #klubbaca #resensibuku #truestory #IGbookreview #libraryu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Literature for EFL Students

By Ayu Pertiwi
Graduate Program State University of Makassar

Mastering foreign language, especially English, is good for students’ future and carrier. However, it is not easy for teaching English as foreign language in Indonesia. Different forms of language between English and Bahasa Indonesia may cause negative transfer in learning process. The result of negative transfer in language is called language interference. Another problem that makes English difficult to teach is students beliefs. The students lack motivation and interest in learning English, so whatever the strategies used by the teachers, the students are not sure they can follow and master the lessons. They do not enjoy learning English because it is boring for them. In addition, the students are not participated in the learning process. They are only taught without acting directly. All the process focused on the teacher, or is called ‘teacher-centered’. Beside that, the students cannot use their English naturally becaus…

Silariang: Menantang Siri' demi Cinta

Silariang merupakan sebuah novel yang mengangkat fenomena tabu dalam adat pernikahan masyarakat Bugis-Makassar yang ditulis oleh Oka Aurora berdasarkan film karya produser Ichwan Persada yang berjudul sama.


Beberapa pertanyaan tentang cinta akan selamanya menjadi tanya. Mengapa ia datang di tempat dan waktu yang salah? Mengapa ia datang dan pergi sesukanya? Mengapa ia tak kunjung beranjak padahal sudah diinjak-injak?
Sebuah sajak di awal kisah memberikan gambaran mengenai apa yang terjadi pada Yusuf dan Zulaikha hingga memutuskan silariang. Perbedaan kasta tidak mengizinkan mereka untuk bersatu dalam ikatan yang sebenarnya Tuhan pun tentu akan meridhoi. Namun, tradisi yang sudah turun-temurun tidak merestui Yusuf yang hanya seorang jelata untuk menikahi Zulaikha, anak seorang bangsawan.
“Kita ini keturunan Raja. Mereka itu apa?” (hlm. 20)
Bagi para bangsawan, anak-cucunya hanya boleh menikah dengan sesama bangsawan. Tidak boleh ada yang menodai garis keturunan dengan menikahi rakyat jelat…

Book Review: Girls in the Dark

Judul: Girls in the Dark (Kyukyoku no Seisai)
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: @penerbitharu
Tahun terbit: November 2016 (Cet. Ke-9)
Jumlah halaman: 289 hlm. Review: Kematian ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mengejutkan seluruh siswi SMA Putri Santa Maria. Untuk mengenangnya, setiap anggota Klub Sastra diminta menulis naskah mengenai kematian sang diva sekolah berdasarkan sudut pandang masing-masing.

Pembacaan naskah dilakukan di suatu malam dengan hanya mengandalkan sebuah lilin. Sumikawa Sayuri, sahabat Itsumi sejak kecil, memimpin pertemuan  tersebut sebagai Ketua Klub yang baru. Menariknya, tiap naskah yang ditulis oleh setiap anggota memberikan kesimpulan yang berbeda-beda. Nitani Mirei, siswi kelas 1-A menduga bahwa Koga Sonoko yang telah membunuh Itsumi. Sementara Kominami Akane, murid kelas 2-B, menuduh Mirei sebagai pembunuhnya. Diana Detcheva, murid internasional dari Bulgaria, menunjuk Takaoka Shiyo.  Koga Sonoko dari kelas 3-B mengira itu adalah perbuatan Diana. Seb…