Langsung ke konten utama

Postingan

Book Review: Catatan Harian Menantu Sinting

Catatan Harian Menantu Sinting
Rosi L. Simamora
Penerbit GPU, 2018
232 halaman

Pertama kalinya baca metropop GPU. Gaya tulisannya kocak abis. Jadi si menantu ini merasa dirinya sinting akibat mamak mertua yang gila urusan. Wkwk. Mungkin kalau terjadi di dunia nyata aslinya kesal be-ge-te, tapi cara penulis menceritakan kisah Minar ini bikin masalahnya kelihatan lebih ringan. Mungkin kalau kita bisa menyikapi hidup seperti Minar, hidup jadi tidak terlalu baper. :')

About the story, prolog & bab 1-nya bikin ngakak. Apalagi waktu Minar dikira pengangguran karena kerja dari rumah. Saya merasa jadi punya teman senasib sepenanggungan :'v

Tapi sayangnya, makin ke belakang, topiknya malah kebanyakan bahas "urusan suami-istri". Sebenarnya wajar sih soalnya masalah yang diangkat di sini adalah perjuangan Minar dan Sahat untuk mendapatkan momongan. Walaupun tetap pakai gaya bahasa yang kocak, tapi tetap saja .... Yaa, namanya juga metropop, ratingnya untuk 20 tahun ke atas. Biasa…
Postingan terbaru

Book Review: Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya

Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya
Rusdi Mathari
Penerbit Mojok
Cetakan ketiga, 2018
226 halaman


Judul yang sangat menohok. Haha. Ya, seringkali kita merasa pintar padahal bodoh saja tak punya. Karena sesungguhnya kita memang tidak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa. Yang Ada hanya Allah, Tuhan Yang Maha Esa.

Buku ini merupakan kumpulan tulisan berseri dengan Cak Dlahom sebagai tokoh utama yang menggelitik pemikiran pembacanya dalam memaknai bulan Ramadhan. Kisah pertama yang diceritakan benar-benar membuat saya terpikat untuk segera menuntaskannya. Cerita tersebut diawali dengan pertanyaan "Apa benar kamu merindukan Ramadhan?" (hlm. 4) Sebuah pertanyaan yang sederhana tapi begitu dalam maknanya.

Meskipun hanya cerita, namun penulis berhasil mengajak pembacanya untuk berintrospeksi perihal ibadah-ibadah yang 'katanya' ditujukan semata-mata untuk Allah. "Karena kamu beribadah, salat, puasa, berzakat, dan berhaji, lalu apa kamu merasa berhak atas surga?" (hlm. 115)

Pada Suatu Malam bersama Sang Bayang

Malam ini langit tampak sunyi. Gemintang seolah enggan berbagi kilaunya. Namun, tiba-tiba wajahmu hadir mengusir sepi. Kita memandangi langit temaram bersama-sama.
Aku tak pernah memintamu kemari karena kusadari kita tak mungkin bertemu. Aku tahu, ragamu belum bisa menemani. Tetapi hatikutelah berhasil memanggilmu meski hanya dalam mimpi.
Aku yakin sepenuh hati, suatu saat nanti bukan hanya bayangmu di sisi. Akan tiba masa untuk kita bersama hingga habis usia.

Buku vs Film: I Want to Eat Your Pancreas

Novel ini Ayu baca setelah menonton filmnya. Baru kali ini tertarik baca buku yang sudah diadaptasi ke layar lebar. Biasanya kalau sudah nonton jadi malas baca bukunya. 😁 Tapi waktu lihat novel ini jadi penasaran sama versi aslinya.
Dan ternyata..., versi bukunya memang lebih komplit daripada film. (Sudah biasa 😩) Haruki merupakan tokoh utama berkarakter pendiam, jadi ketika difilmkan ada banyak hal yang tidak terungkap seperti pada novel. Novel yang ditulis oleh Sumino Yoru ini menggunakan sudut pandang tokoh utama jadi semua pikirannya tertuang dengan baik. Tapi di film, doi cuma banyak diam. Karena itu, Shun Oguri tampil sebagai Haruki dewasa yang menceritakan masa mudanya kepada orang lain sebagai bentuk narasi untuk menjelaskan alur cerita. Sedangkan di bukunya benar-benar terfokus pada masa sekolah saja.
Kalau filmnya agak berbeda tentu bisa dimaklumi karena durasi terbatas. Kalau tidak baca novelnya, filmnya lumayan bagus, kok. Aura kedua versi ini memang beda, sih. Filmnya t…

Book Review: Asbunayah - Asal Bunyi yang Begitu Merdu

Judul: Asbunayah
Penulis: Pidi Baiq
Penerbit: The PanasDalam Publishing
Jumlah Halaman: 264 hlm.
Tahun Terbit: 2017


Seperti karya sebelumnya, At-Twitter, buku ini terdiri dari sekumpulan quote "asbun"--asal bunyi--khas Surayah alias imam besar Panas Dalam alias Pidi Baiq. Kalau At-Twitter mengandung kegilaan, buku ini bisa dibilang sedikit lebih waras. Selain itu, isinya benar-benar hanya terdiri dari quote tanpa tanya-jawab dengan para tweeps seperti buku sebelumnya. Cocok dibaca ketika punya sedikit waktu luang. Ada sedikit quote yang berulang di beberapa bab karena temanya hampir mirip. Ada juga beberapa quote yang berulang dari At-Twitter. Bahkan quote Dilan yang sedang viral juga tercantum di bab Kerinduan.

Ada banyak quote yang saya sukai di sini, antara lain:
"Kerajaan Tuhan tak akan runtuh, bahkan ketika semua orang memaki-Nya.""Hidup ini indah ketika kunikmati, lalu jadi pusing ketika kupikirkan.""Kau pikir, aku tidak punya kata-kata buruk? …

Silariang: Menantang Siri' demi Cinta

Silariang merupakan sebuah novel yang mengangkat fenomena tabu dalam adat pernikahan masyarakat Bugis-Makassar yang ditulis oleh Oka Aurora berdasarkan film karya produser Ichwan Persada yang berjudul sama.


Beberapa pertanyaan tentang cinta akan selamanya menjadi tanya. Mengapa ia datang di tempat dan waktu yang salah? Mengapa ia datang dan pergi sesukanya? Mengapa ia tak kunjung beranjak padahal sudah diinjak-injak?
Sebuah sajak di awal kisah memberikan gambaran mengenai apa yang terjadi pada Yusuf dan Zulaikha hingga memutuskan silariang. Perbedaan kasta tidak mengizinkan mereka untuk bersatu dalam ikatan yang sebenarnya Tuhan pun tentu akan meridhoi. Namun, tradisi yang sudah turun-temurun tidak merestui Yusuf yang hanya seorang jelata untuk menikahi Zulaikha, anak seorang bangsawan.
“Kita ini keturunan Raja. Mereka itu apa?” (hlm. 20)
Bagi para bangsawan, anak-cucunya hanya boleh menikah dengan sesama bangsawan. Tidak boleh ada yang menodai garis keturunan dengan menikahi rakyat jelat…

Book Review: Girls in the Dark

Judul: Girls in the Dark (Kyukyoku no Seisai)
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: @penerbitharu
Tahun terbit: November 2016 (Cet. Ke-9)
Jumlah halaman: 289 hlm. Review: Kematian ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mengejutkan seluruh siswi SMA Putri Santa Maria. Untuk mengenangnya, setiap anggota Klub Sastra diminta menulis naskah mengenai kematian sang diva sekolah berdasarkan sudut pandang masing-masing.

Pembacaan naskah dilakukan di suatu malam dengan hanya mengandalkan sebuah lilin. Sumikawa Sayuri, sahabat Itsumi sejak kecil, memimpin pertemuan  tersebut sebagai Ketua Klub yang baru. Menariknya, tiap naskah yang ditulis oleh setiap anggota memberikan kesimpulan yang berbeda-beda. Nitani Mirei, siswi kelas 1-A menduga bahwa Koga Sonoko yang telah membunuh Itsumi. Sementara Kominami Akane, murid kelas 2-B, menuduh Mirei sebagai pembunuhnya. Diana Detcheva, murid internasional dari Bulgaria, menunjuk Takaoka Shiyo.  Koga Sonoko dari kelas 3-B mengira itu adalah perbuatan Diana. Seb…